Belajar Memimpin Sebelum Dipimpin, SMK Islam PB Soedirman 2 Jakarta Gembleng Siswa Kelas X melalui LDKM

SMKPBS2NEWS – Kepemimpinan bukan sekadar tentang jabatan, kekuasaan, atau kemampuan memberikan perintah kepada orang lain. Lebih dari itu, kepemimpinan merupakan karakter yang tumbuh melalui kedisiplinan, tanggung jawab, keberanian mengambil keputusan, dan kemampuan bekerja sama. Semangat inilah yang menjadi landasan pelaksanaan Latihan Dasar Kepemimpinan Murid (LDKM) SMK Islam PB Soedirman 2 Jakarta pada 16–17 Oktober 2026.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari di lingkungan SMK Islam PB Soedirman 2 Jakarta tersebut diikuti oleh seluruh peserta didik kelas X. Melalui rangkaian pembekalan dan aktivitas kelompok, para peserta diajak mengenal lebih jauh makna kepemimpinan sekaligus mengembangkan potensi diri sebagai generasi muda yang mandiri, disiplin, dan bertanggung jawab.

Kepala SMK Islam PB Soedirman 2 Jakarta, Sri Susila Nengsih, SE., MM., menyampaikan bahwa LDKM merupakan salah satu bentuk pembinaan karakter bagi peserta didik, khususnya mereka yang baru memasuki lingkungan pendidikan SMK. Menurutnya, peserta didik perlu dibekali kemampuan kepemimpinan sejak dini agar mampu mengembangkan potensi diri dan berkontribusi positif bagi lingkungan sekitarnya.

“Menjadi pemimpin bukan sekadar tentang jabatan atau posisi, tetapi tentang bagaimana seseorang mampu memimpin dirinya sendiri, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat bagi orang lain. Kami ingin anak-anak memiliki karakter tersebut sejak dini,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik dan kompetensi kejuruan. Pembentukan karakter, kemampuan sosial, serta nilai-nilai tanggung jawab harus menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.

Dari sisi pelaksanaan, Bagus Muhamad Mahdi, S.Pd., selaku guru sekaligus staf Bidang Kesiswaan, menjelaskan bahwa kegiatan LDKM dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis. Peserta didik diberikan kesempatan untuk membangun komunikasi, menyelesaikan persoalan, bekerja sama, serta memahami pentingnya mengambil keputusan secara bertanggung jawab.

Menurutnya, salah satu tantangan dalam pelaksanaan kegiatan adalah menyatukan peserta didik yang memiliki latar belakang dan karakter berbeda. Terlebih, seluruh peserta berasal dari berbagai kompetensi keahlian yang ada di sekolah.

“Kami ingin peserta didik memahami bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang kemampuan memerintah atau mengarahkan orang lain. Lebih dari itu, kepemimpinan adalah kemampuan mengelola diri, bekerja sama, dan bertanggung jawab atas setiap keputusan,” jelas Bagus.

Pengalaman selama mengikuti LDKM juga memberikan kesan tersendiri bagi para peserta. Junicha, murid kelas X Manajemen Perkantoran, mengaku mendapatkan banyak pelajaran mengenai pentingnya komunikasi, kekompakan, dan keberanian menyampaikan pendapat.

Baginya, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk mengenal karakter teman-teman sekaligus belajar menghadapi perbedaan pendapat dalam sebuah kelompok.

“Dari kegiatan LDKM, saya belajar bahwa menjadi pemimpin bukan berarti harus selalu berada di depan atau menyuruh orang lain. Kita juga harus bisa mendengarkan, bekerja sama, dan bertanggung jawab,” tuturnya.

Pengalaman serupa dirasakan Hero, murid kelas X Animasi. Ia mengungkapkan bahwa sebelum mengikuti kegiatan, dirinya menganggap seorang pemimpin adalah orang yang bertugas mengatur dan memberikan perintah. Namun, setelah mengikuti LDKM, pandangannya mengenai kepemimpinan semakin berkembang.

Menurut Hero, seorang pemimpin harus mampu menjadi teladan, menghargai pendapat orang lain, dan tidak hanya mengutamakan kepentingan pribadi.

“Saya jadi memahami bahwa pemimpin yang baik bukan orang yang paling banyak memberikan perintah, tetapi orang yang mampu memberikan contoh, mendengarkan orang lain, dan bertanggung jawab atas timnya,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, SMK Islam PB Soedirman 2 Jakarta berupaya memberikan fondasi kepemimpinan kepada peserta didik sejak awal masa pendidikan. Pengalaman selama dua hari tersebut diharapkan menjadi bekal dalam mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran, organisasi, maupun kehidupan bermasyarakat.

Pada akhirnya, LDKM bukan hanya menjadi ruang pelatihan untuk mengenal teori kepemimpinan, melainkan juga proses pembelajaran untuk memahami diri sendiri dan orang lain. Sebab, sebelum mampu memimpin sebuah kelompok, setiap individu perlu terlebih dahulu belajar memimpin dirinya sendiri.

Artikel Lainnya

Sekolah Islam terbaik SMK pb soedirman Terbaik di Jakarta
SMK pb soedirman 2 Terbaik di Jakarta