SMKPBS2NEWS – Semangat mencintai dan menjaga Kalamullah tercermin dalam kegiatan Tasmi’ Hafidzul Qur’an yang diselenggarakan SMK Islam PB Soedirman 2 Jakarta pada Selasa (3/11/2026). Bertempat di aula sekolah, kegiatan yang berlangsung ba’da salat Asar sekitar pukul 16.00 WIB ini menjadi momen istimewa bagi empat peserta didik untuk memperdengarkan hafalan Al-Qur’an di hadapan para penguji dan hadirin.
Keempat peserta didik tersebut adalah Akhdan Arif Athaya dari kelas X Animasi, Muhammad Nabiil Musyaffa dari kelas X Layanan Perbankan Syariah, Alvia Nur Aini dari kelas X Manajemen Perkantoran, serta Nazla Syafiqah Ramadhan dari kelas XI Layanan Perbankan Syariah.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala SMK Islam PB Soedirman 2 Jakarta, Sri Susila Nengsih, SE., MM., para guru, wali murid, serta teman-teman peserta yang hadir memberikan dukungan secara langsung. Suasana khidmat dan penuh kebanggaan menyertai setiap lantunan ayat suci yang diperdengarkan oleh para peserta.
Bagi sekolah, kegiatan tasmi’ bukan sekadar agenda pengujian hafalan, melainkan bagian dari upaya membangun karakter religius dan menumbuhkan kecintaan peserta didik terhadap Al-Qur’an. Di tengah kesibukan pembelajaran kejuruan, kemampuan menjaga hafalan menjadi salah satu bentuk pembiasaan disiplin, kesabaran, dan tanggung jawab.
Kepala SMK Islam PB Soedirman 2 Jakarta, Sri Susila Nengsih, SE., MM., memandang bahwa pendidikan tidak semestinya hanya berorientasi pada pencapaian akademik dan keterampilan profesional. Penguatan nilai spiritual dan pembentukan akhlak juga harus menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.
“Harapan kami, peserta didik SMK Islam PB Soedirman 2 Jakarta tidak hanya menjadi generasi yang unggul dalam kompetensi kejuruan, tetapi juga memiliki karakter islami, akhlak yang baik, dan kecintaan terhadap Al-Qur’an,” ungkapnya.
Menurutnya, kegiatan seperti ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi peserta didik lainnya untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an. Sekolah juga ingin membangun lingkungan pendidikan yang memberikan ruang bagi tumbuhnya generasi berilmu, berkarakter, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.
Salah satu peserta, Muhammad Nabiil Musyaffa, mengungkapkan bahwa proses menghafal Al-Qur’an membutuhkan kesungguhan, terutama dalam menjaga hafalan agar tidak mudah terlupakan. Membagi waktu antara aktivitas pembelajaran dan murajaah menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi.
“Awalnya memang terasa sulit, apalagi ketika harus membagi waktu dengan kegiatan sekolah. Namun, saya percaya kalau kita memiliki niat dan mau konsisten, insyaallah semuanya bisa dijalani,” tuturnya.
Baginya, mengikuti tasmi’ merupakan pengalaman berharga. Selain menjadi kesempatan untuk memperdengarkan hafalan, kegiatan ini juga menjadi sarana melatih keberanian dan mengukur sejauh mana hafalan yang telah dipersiapkan.
Dukungan keluarga turut menjadi bagian penting dalam perjalanan para peserta. Hal tersebut dirasakan oleh keluarga Nazla Syafiqah Ramadhan. Kehadiran sang ibunda dalam kegiatan tersebut menjadi wujud dukungan sekaligus kebanggaan atas proses yang telah dilalui putrinya.
“Sebagai orang tua, kebahagiaan terbesar bukan hanya ketika melihat anak berhasil dalam pendidikan, tetapi juga ketika melihat anak tumbuh dengan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Semoga hafalan ini menjadi bekal dan membawa keberkahan bagi kehidupannya,” ungkap ibunda Nazla.
Dukungan serupa juga terlihat dari teman-teman peserta yang hadir menyaksikan jalannya kegiatan. Salah satunya Naziya, yang mengaku mendapatkan motivasi tersendiri setelah melihat perjuangan teman-temannya dalam mengikuti ujian tasmi’. Menariknya, ia juga merupakan salah satu calon peserta yang nantinya akan mengikuti kegiatan serupa.
“Melihat teman-teman mengikuti tasmi’ membuat saya semakin termotivasi. Saya juga ingin bisa seperti mereka. Semoga ke depannya semakin banyak teman-teman yang tertarik menghafal Al-Qur’an dan berani mengikuti tasmi’,” ujarnya.
Kegiatan ini memperlihatkan bahwa semangat menghafal Al-Qur’an dapat tumbuh di tengah beragam aktivitas dan kompetensi kejuruan. Lebih dari sekadar pencapaian jumlah hafalan, tasmi’ menjadi pengingat bahwa Al-Qur’an perlu terus dibaca, dihafalkan, dijaga, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, SMK Islam PB Soedirman 2 Jakarta berharap semakin banyak peserta didik yang tergerak untuk mencintai Al-Qur’an dan menjadikannya sebagai pedoman hidup. Sebab, keberhasilan pendidikan sejatinya bukan hanya tentang seberapa tinggi kompetensi yang diraih, melainkan juga tentang nilai-nilai kebaikan yang tumbuh dalam diri setiap generasi.