Mengenal Framework

Framework adalah kerangka kerja yang berisi fungsi-fungsi program yang terstruktur rapih dan siap digunakan oleh developer. Framework digunakan untuk mempermudah para developer membuat web atau aplikasi. Dengan framework developer dapat menghemat waktu pengerjaan aplikasinya. Sebelum menggunakan framework, teman-teman harus sudah menguasai fundamental html, css, javascript, dan php. Harus? Ya HARUS, karena framework dibuat dengan menggunakan salah satu bahasa pemrograman. Jika teman-teman sudah menguasai fundamental html, css, javascript, dan php, maka untuk menggunakan framework akan menjadi lebih mudah.

Pada umumnya, framework menganut konsep MVC (Model View Controller). MVC adalah sebuah metode yang memisahkan antara tampilan dengan logic program. Mengenai MVC akan dibahas pada artikel selanjutnya.


Fungsi Framework :

1. Mempercepat proses pembuatan aplikasi baik berupa website, mobile, maupun desktop

2. Aplikasi yang dibuat menggunakan framework lebih stabil performanya

3. Dari segi kode lebih rapih dan terstruktur dibandingkan native

4. Tingkat keamanan aplikasi lebih terjamin

5. Memudahkan developer untuk me-maintenance aplikasinya.


Macam-macam Framework :


1. Bootstrap

Framework Bootstrap dikembangkan oleh Jacob Thronton dan Mark Otto pada tahun 2011. Framework ini merupakan framework berbasis CSS yang dibuat khusus untuk keperluan tampilan website. Dengan menggunakan framework bootstrap, tampilan website otomatis akan menjadi responsive.


2. Laravel

Berbicara soal Laravel, framework ini sangat terkenal di kalangan developer web. Framework Laravel dikenal akan clean code nya. Laravel dibuat oleh Taylor Otwell pada tahun 2011. Laravel adalah sebuah framework berbasis PHP yang dirilis dibawah lisensi MIT dan pastinya dibangun dengan menggunakan konsep MVC.


3. Codeigniter

Framework ini berbasis php sama seperti Framework Laravel, perbedaan terletak di ukuran file dan banyaknya fitur yang disediakan. Codeigniter merupakan framework yang menggunakan konsep MVC dan menggunakan komponen yang berbeda untuk mengelola kasus yang lebih spesifik. Codeigniter dibuat pada tahun 2006. Bisa dikatakan Codeigniter framework lebih tua dari Framework Laravel.


4. Symfony

Selain memiliki nama yang unik, Symfony juga sangat fleksibel. Di dalamnya terdapat sistem bundle dan sistem komponen yang memudahkan developer dalam memilih fungsi PHP sesuai dengan keinginan, atau menggunakan keseluruhan framework. Pun framework ini menawarkan fungsionalitas testing bawaan untuk mengecek apakah aplikasi yang dikembangkan berjalan normal atau terdapat error.


5. Zend

Zend merupakan framework yang berorientasi pada objek dan berbasis MVC sehingga developer dapat me-load komponen yang diinginkan sebagai library individual. Dengan kata lain, Zend memudahkan developer untuk fokus hanya pada komponen atau fungsi yang dibutuhkan dan tidak perlu menyertakan yang lan.


6. Yii

Sama seperti PHP framework lainnya, Yii menawarkan paket komponen penting agar pengembangan aplikasi web menjadi lebih cepat. Namun yang menjadi kelebihannya adalah sekumpulan fitur kemanan yang canggih. Dengan Yii, Developer bisa membuat proyek aplikasi web dengan standar keamanan yang tinggi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *