Jakarta, 5 Oktober 2025– Kebanggaan besar dirasakan oleh seluruh keluarga besar SMK Islam PB Soedirman 2 Jakarta. Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) sekolah ini terpilih menjadi salah satu pasukan yang tampil memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun Tentara Nasional Indonesia (HUT TNI) tahun 2025 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta.
Pelatihan intensif dimulai sejak Selasa, 30 September 2025, dan berlangsung hingga hari puncak pada Minggu, 5 Oktober 2025. Selama proses tersebut, para murid menjalani latihan langsung di area Monas dan menginap di GOR Nanggala Cijantung, Jakarta Timur. Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga karena mereka dibina oleh pelatih profesional dengan kedisiplinan tinggi dan semangat kebangsaan yang kuat.
Kepala Sekolah SMK Islam PB Soedirman 2 Jakarta, Sri Susila Nengsih, SE, MM, menyampaikan rasa bangganya atas keikutsertaan murid-muridnya dalam perayaan nasional ini. Ia menilai bahwa kepercayaan untuk tampil di HUT TNI merupakan bukti nyata kualitas karakter para murid.
“Terpilihnya KKRI SMK Islam PB Soedirman 2 Jakarta untuk tampil di HUT TNI adalah sebuah kehormatan besar. Ini bukti bahwa murid-murid kami memiliki semangat juang, kedisiplinan, dan tanggung jawab yang tinggi,” ujar Ibu Ela.
Ia menambahkan, kegiatan ini bukan hanya sekadar tampil di acara besar, tetapi juga menjadi sarana pembentukan karakter yang penting.
“Melalui kegiatan ini, murid belajar disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama tim. Nilai-nilai seperti ini sangat dibutuhkan, tidak hanya di sekolah, tapi juga dalam kehidupan bermasyarakat,” tambahnya.
Ibu Ela juga menegaskan bahwa pihak sekolah memberikan dukungan penuh selama proses latihan.
“Kami mendukung penuh baik dari segi fasilitas maupun bimbingan. Harapan kami, pengalaman ini menjadi inspirasi agar para murid terus berprestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Jebel Firdaus, ME.Sy, mengungkapkan bahwa proses seleksi untuk tampil di HUT TNI sangat ketat. Ia menjelaskan bahwa KKRI SMK Islam PB Soedirman 2 Jakarta terpilih berkat kedisiplinan dan kekompakan para anggotanya.
“Proses seleksi ini tidak mudah. KKRI kami dikenal aktif, kompak, dan disiplin. Melalui seleksi yang ketat, akhirnya kami dipercaya untuk tampil di peringatan nasional ini,” tutur Bapak Jebel.
Ia juga menjelaskan bahwa latihan di Monas dan pembinaan di GOR Nanggala menjadi tantangan tersendiri bagi para murid.
“Latihan dilakukan intensif setiap hari, sehingga manajemen waktu dan stamina menjadi hal utama. Tapi saya salut dengan semangat mereka yang tidak pernah padam,” ujarnya bangga.
Menurutnya, kegiatan ini mampu membentuk karakter pelajar yang tangguh dan cinta tanah air.
“Saya berharap pengalaman ini menjadi bekal berharga dan menumbuhkan rasa cinta tanah air yang lebih kuat di hati para murid,” harapnya.
Salah satu peserta, Qori, murid kelas XI Akuntansi, mengaku sangat bangga bisa tampil di acara sebesar peringatan HUT TNI. Ia menceritakan pengalaman berlatih di Monas yang penuh tantangan namun sarat makna.
“Saya tidak pernah menyangka bisa mendapat kesempatan sebesar ini. Latihannya memang berat, tapi di situlah kami belajar arti disiplin, tanggung jawab, dan kebersamaan,” ujar Qori.
Ia menambahkan bahwa pengalaman menginap di GOR Nanggala juga memberikan pelajaran hidup yang berharga.
“Kami belajar hidup mandiri, menghargai waktu, dan saling membantu antaranggota. Semua itu membuat kami semakin kompak,” katanya.
Bagi Qori, momen tampil di Monas adalah kebanggaan tersendiri.
“Rasanya luar biasa berdiri di Monas membawa nama sekolah. Saya ingin KKRI di sekolah kami semakin maju dan dipercaya di lebih banyak ajang nasional,” ungkapnya penuh semangat.
Hal senada disampaikan oleh Dimas, murid kelas XI Manajemen Perkantoran, yang menyebut momen tampil di Monas sebagai pengalaman paling berkesan selama sekolah.
“Momen paling haru adalah saat kami berdiri tegak di Monas melihat bendera merah putih berkibar. Rasanya bangga sekali bisa jadi bagian dari pasukan yang membawa nama sekolah dan Indonesia,” ungkap Dimas.
Dimas juga menuturkan bahwa kegiatan ini mengajarkan banyak hal tentang disiplin dan loyalitas.
“Kami belajar arti kekompakan, loyalitas, dan tanggung jawab. Setiap gerakan harus kompak, setiap langkah punya arti,” ujarnya.
Ia pun berharap pengalaman ini dapat memotivasi lebih banyak murid untuk aktif dalam organisasi KKRI.
“Saya ingin mengajak teman-teman lain bergabung di KKRI, karena kegiatan ini tidak hanya membentuk fisik tapi juga mental dan rasa cinta tanah air,” tambahnya.
Keikutsertaan KKRI SMK Islam PB Soedirman 2 Jakarta dalam peringatan HUT TNI 2025 bukan sekadar kebanggaan, tetapi juga menjadi bukti nyata bahwa dunia pendidikan memiliki peran penting dalam menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan kedisiplinan pada generasi muda. Melalui pengalaman langsung di lapangan, para murid tidak hanya belajar teori, melainkan juga mempraktikkan nilai-nilai kebangsaan secara nyata.
Dengan semangat juang yang tinggi, para kadet muda ini telah menunjukkan bahwa pelajar Indonesia mampu berkontribusi dalam kegiatan berskala nasional. Kehadiran mereka di Monas menjadi simbol semangat kebersamaan, cinta tanah air, dan kebanggaan menjadi bagian dari bangsa Indonesia.