
Kegiatan edukatif tersebut menghadirkan pengalaman langsung bagi siswa dalam mengolah sampah plastik menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai jual.
SMKPBS2NEWS – SMK Islam PB Soedirman 2 Jakarta menggelar kegiatan Kampung Merdeka: Green Visit bertema “Upcycling Sampah Plastik” bersama CSR Alfamidi, Senin (24/6). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam menanamkan kepedulian lingkungan sekaligus mendorong kreativitas dan jiwa kewirausahaan peserta didik.
Kepala SMK Islam PB Soedirman 2 Jakarta, Sri Susila Nengsih, mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memperkuat karakter siswa dalam menjaga lingkungan serta mengembangkan kreativitas berbasis limbah.
Ia menegaskan bahwa sampah plastik tidak seharusnya dipandang sebagai barang tak berguna, melainkan dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membentuk karakter peduli lingkungan sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan siswa,” ujarnya.
Penggiat lingkungan sekaligus pelaku UKM, Tri Sugiarti, menjelaskan bahwa upcycling merupakan proses mengubah limbah menjadi produk baru tanpa menghancurkan bahan dasarnya.
Ia menilai, pendekatan ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Siswa terlihat sangat antusias. Mereka memahami bahwa sampah plastik bisa diubah menjadi produk kreatif yang bernilai jual,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, siswa diperkenalkan pada berbagai hasil olahan plastik seperti tas, tempat pensil, dan produk kerajinan lainnya.
Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial, Indah Hoirunnisah, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk pembelajaran kontekstual yang memperkuat pemahaman siswa terhadap materi lingkungan hidup.
Menurutnya, pembelajaran di luar kelas memberikan pengalaman nyata yang lebih mudah dipahami dibandingkan pembelajaran teori semata.
“Kegiatan ini membuat siswa lebih cepat memahami konsep pengelolaan sampah dan dampaknya bagi lingkungan,” ujarnya.
Siswa kelas X Akuntansi, Kirana, mengaku mendapatkan wawasan baru terkait pemanfaatan sampah plastik.
“Selama ini saya pikir sampah plastik hanya dibuang, ternyata bisa diolah menjadi barang yang bermanfaat,” katanya.
Hal senada disampaikan Alya yang menilai kegiatan tersebut mengubah cara pandangnya terhadap sampah.
“Sekarang saya jadi lebih peduli lingkungan dan ingin mulai mengurangi penggunaan plastik sekali pakai,” ujarnya.
Melalui kegiatan Kampung Merdeka: Green Visit ini, pihak sekolah berharap peserta didik tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kolaborasi dengan Alfamidi diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam membangun generasi muda yang kreatif, peduli lingkungan, serta memiliki kesadaran terhadap isu keberlanjutan lingkungan hidup.