
SMKPBS2NEWS – Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti pelaksanaan Wisuda Angkatan ke-52 SMK Islam PB Soedirman 2 Jakarta yang digelar pada Kamis (4/6). Mengusung tema “Iman, Ilmu, dan Amal Wujudkan Impian di Masa Depan”, kegiatan ini berlangsung meriah dengan nuansa budaya Betawi yang kental, mulai dari dekorasi, busana, hingga penampilan seni yang memeriahkan acara.
Sebanyak ratusan siswa kelas XII resmi dilepas setelah menempuh pendidikan selama tiga tahun. Momen ini menjadi tonggak penting bagi para lulusan untuk melangkah menuju dunia kerja, pendidikan tinggi, maupun bidang usaha yang mereka cita-citakan.
Kepala SMK Islam PB Soedirman 2 Jakarta, Sri Susila Nengsih, S.E., M.M., mengungkapkan rasa bangga atas capaian para lulusan Angkatan ke-52.
“Wisuda ini merupakan puncak perjalanan belajar para siswa selama tiga tahun dan menjadi bukti kerja keras mereka, orang tua, guru, serta seluruh civitas sekolah. Kami berharap para lulusan dapat terus menjaga nama baik almamater dan menjadi pribadi yang berakhlak mulia serta bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, tema wisuda tahun ini dipilih untuk menegaskan bahwa kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan intelektual, tetapi juga oleh kekuatan iman dan amal yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Pembina Yayasan Masjid Panglima Besar Soedirman, Prof. Dr. Muhtosim Arief, M.M., M.B.A., C.P.M., menekankan pentingnya keseimbangan antara spiritualitas, ilmu pengetahuan, dan tindakan nyata dalam menghadapi tantangan zaman.
“Ilmu tanpa iman dapat kehilangan arah, sedangkan iman tanpa amal belum memberikan manfaat yang nyata. Karena itu, lulusan SMK harus mampu menjadi generasi yang unggul, profesional, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan persaingan global menuntut lulusan untuk terus belajar dan beradaptasi agar mampu bersaing secara kompetitif.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Yayasan Masjid Panglima Besar Soedirman, Dr. dr. Hj. Endang Titiek Soerjandari, MARS., menyampaikan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan awal perjalanan baru untuk mengabdikan diri kepada masyarakat.
“Kami berharap para alumni menjadi insan yang sukses, berintegritas, berakhlak mulia, dan mampu memberikan manfaat bagi bangsa dan negara,” katanya.
Di antara para wisudawan, nama Muti, siswi dari Program Keahlian Manajemen Perkantoran, menjadi sorotan setelah dinobatkan sebagai Juara Umum Angkatan ke-52. Dengan mata berkaca-kaca, ia mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut.
“Prestasi ini bukan hanya hasil usaha saya sendiri, tetapi juga berkat doa dan dukungan orang tua, guru, serta teman-teman. Saya belajar untuk selalu disiplin, konsisten, dan tidak mudah menyerah,” ungkapnya.
Muti berencana melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi sambil terus mengembangkan kompetensi yang dimilikinya.
Kisah inspiratif juga datang dari Galih, mantan Ketua OSIS yang turut diwisuda hari itu. Selama masa sekolah, ia aktif memimpin berbagai kegiatan dan menjadi salah satu figur yang dikenal oleh siswa maupun guru.
“Menjadi Ketua OSIS mengajarkan saya arti tanggung jawab, kerja sama, dan pentingnya mendengarkan orang lain. Wisuda ini bukan akhir perjalanan, melainkan awal untuk meraih impian yang lebih besar,” ujarnya.
Nuansa Betawi yang menjadi ciri khas acara turut memberikan warna tersendiri. Selain menjadi hiburan bagi para tamu undangan, unsur budaya lokal tersebut juga menjadi sarana untuk menanamkan rasa bangga terhadap warisan budaya Jakarta kepada generasi muda.
Di tengah suasana haru saat prosesi pemindahan tali toga dan pemberian penghargaan, para orang tua tampak tak kuasa menahan air mata. Perjuangan mendampingi putra-putri mereka hingga menyelesaikan pendidikan akhirnya terbayar dengan kebahagiaan melihat mereka berdiri sebagai lulusan SMK yang siap menatap masa depan.
Wisuda Angkatan ke-52 SMK Islam PB Soedirman 2 Jakarta menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya membentuk kecakapan akademik dan keterampilan kerja, tetapi juga karakter yang kuat. Dengan bekal iman, ilmu, dan amal, para lulusan diharapkan mampu menjadi generasi yang siap menghadapi tantangan zaman sekaligus memberi manfaat bagi lingkungan, bangsa, dan agama.
“Wisuda bukanlah garis akhir, melainkan gerbang awal menuju masa depan. Dengan bekal iman, ilmu, dan amal, para lulusan siap mewujudkan impian serta memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat.”